ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menanti Sikap Berani Jaksa Tuntaskan Kasus Korupsi MTN Bank NTT

Avatar photo
Reporter : ADMINEditor: ADMIN
  • Bagikan

OPINI OLEH : JEFFRY TAOLIN [Pemimpin Redaksi Flobamorata.com]

KUPANG,flobamorata.com- 6 Tahun sudah kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) dari PT. SNP Finance oleh Bank NTT senilai Rp 50 Miliar terkuak ke publik. Bahkan pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT yang menangani kasus ini terkesan mutar-mutar dan tidak tuntas menetapkan tersangka. Ada persepsi terbentuk di publik NTT apakah Kejaksaan Tinggi NTT serius menangani kasus ini?

Scroll kebawah untuk lihat konten
ads
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bahkan publik juga cemas dan menduga, jangan-jangan pihak Kejaksaan Tinggi NTT takut akan Kelompok Oligarki yang bermain dalam kasus ini. persepsi maupun kecemasan publik tentu ada alasan. Sebab kalau belajar dari kasus yang sama pada dua bank daerah lainnya yakni Bank Sumut dan Bank Jambi, sudah ada tersangka bahkan sudah divonis oleh pengadilan. Sedangkan untuk Bank NTT tetap bergerak di tempat.

Sebagai daerah yang masuk dalam kategori miskin, tentu harapan masyarakat NTT agar kasus ini segera dituntaskan. Sejak enam tahun kasus ini mencuat, semenjak itu juga pimpinan Kejaksaan Tinggi NTT kerap berganti orang. Setiap pejabat baru yang datang untk menempati posisi Kajati NTT, selalu menegaskan hal yang sama bahwa “Siap Tuntaskan kasus MTN Bank NTT”. Namun hasilnya teta saja berjalan di tempat tanpa hasil.

Baca Juga :  Dukung Sektor Pendidikan, Bank NTT Serahkan Beasiswa Festival Budaya Lamaholot

Namun pada akhir pekan lalu, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur [Kejati NT], Zeth Tadung Allo kepada media menegaskan akan menyelesaikan kasus ini secepatnya, bahkan Kasus Korupsi MTN Bank NTT menjadi atensi khusus Pihak Kejaksaan Tinggi NTT.

Bahkan Kajati NTT menjamin bahwa pekan ini akan dilaksanakan pemeriksaan marathon kepada sejumlah saksi guna melengkapi berkas penyidikan.

“Saya pastikan kasus itu tuntas. Saya sudah perintahkan penyidik pidana khusus untuk panggil saksi – saksi untuk diperiksa pekan depan secara maraton,” tegas Kajati NTT, Zet Tadung Allo seperti dilansir dari okenusra.com.

Ada yang optimis dengan ketegasan Kajati NTT, namun ada pula yang pesimis. Wajar ada rasa pesimis sebab sudah sangat sering pihak Kejaksaan Tinggi NTT menegaskan akan menyelesaikan kasus ini sejak enam tahun silam. Semoga kali ini ucapan Kajati NTT bukan hanya janji manis belaka sebagaimana para mantan Kajati sebelumnya.

Berawal Dari Temuan BPK Tahun 2020

Berdasarkan catatan penulis terkait kasus pembelian Medium Term Note (MTN) dari PT. SNP Finance oleh Bank NTT yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 50 Miliar, terkuak saat pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi NTT mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2020. Dimana dalam laporan tersebut, BPK menyatakan bahwa ada potensi kerugian negara sebesar Rp 50 Miliar oleh pihak Bank NTT akibat kebijakan pembelian pembelian Medium Term Note (MTN) dari PT. SNP Finance.

Baca Juga :  LP Kades Motaain Diduga Mengendap Di Polres Malaka

Sesuai dengan LHP BPK Tahun 2020, berikut kronologis lengkap kasus pembelian MTN Bank NTT.

Tanggal 22 Maret tahun 2018

Bank NTT melakukan penempatan dana dalam bentuk pembelian Medium Term Note (MTN) atau surat berharga jangka pendek dari PT SNP (Sunprima Nusantara Pembiayaan). Penempatan dana non bank yang dilaksanakan oleh PT Bank NTT pada tahun 2018, dalam bentuk pembelian MTN senilai Rp50 miliar, dengan coupon rate 10,55% selama 2 tahun dengan rincian sebagai berikut:

Tanggal 02 Mei 2018

PT SNP Finance mengajukan permohonan pailit , melalui Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dikabulkan oleh PN Jakpus pada tanggal 4 Mei 2018.

Pada tanggal 23 Mei 2018

Bank NTT menunjuk Advokat dan konsultan hukum pada kantor ANC & Co. advocate & solicitor sesuai dengan surat kuasa Nomor 19/DIR/VI/2018 untuk mewakili dan atau mendampingi dan mengambil tindakan hukum sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana maupun perdata dalam kasus PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Piutang) PT SNP.

Baca Juga :  Dirut Bank NTT: KUR Adalah Sarana Bagi UMKM Untuk Bersaing di Pasar Komersial

Tanggal 31 Oktober 2018

PT Bank NTT melakukan proses hapus buku MTN dengan membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) MTN pada tanggal Rp7,62 miliar.

Tanggal 21 Desember 2018

Selanjutnya mengajukan surat persetujuan SOP Hapus Buku Surat Berharga kepada Dewan Komisaris PT Bank NTT dengan surat Direktur Pemasaran Dana nomor 605/DIR-DTs/XII/2018

Tanggal 26 Desember 2018

Komisaris Utama melalui surat nomor 134/DK Bank NTT/XII/2018 menyetujui permohonan SOP Hapus buku yang di ajukan oleh Direktur Pemasaran Dana.

Tanggal 28 Desember 2018

Divisi treasury PT Bank NTT mengusulkan penghapusbukuan Surat Berharga MTN PT SNP dengan membentuk CKPN kedua senilai Rp42.372.533.584,00.

Tanggal 31 Desember 2018

Direksi PT Bank NTT menyetujui usulan Penghapus bukuan tersebut dengan Surat Keputusan nomor 147 Tahun 2018 tanggal 31 Desember 2018 tentang Penghapus Bukuan Surat berharga Tahun Buku 2018 atas MTN PT SNP senilai Rp50 miliar.

  • Bagikan