News From Southern Indonesian

Meriah Pelaksanaan Expo Kreatif Anak Negeri 2020

0 26

KUPANG,flobamorata.com- Acara pembukaan Expo Kreatif Anak Negeri 2020 di Millenium Ballroom Kupang, Rabu 16 September2020 berlangsung meriah. Para pelaku UMKM di NTT ikut meramaikan kegiatan ini, dengan mendirikan 60 booth stand aneka kreasi dan produk untuk dipamerkan.

Kegiatan Expo Kreatif Anak Negeri 2020 ini, digagas oleh PT. Bank Pembanguna Daerah Nusa tenggara Timur atau Bank NTT dan Pemerintah Provinsi NTT dengan menggandeng Forum Lembaga Jasa Keuangan (FLJK) NTT, yang dilaksanakan selama dua hari yakni 16 hingga 17 September 2020, di Millenium Ballroom Kupang.

Menurut Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Provinsi NTT Lery Rupidara mengungkapkan, Expo Kreatif Anak Negeri 2020 merupakan salah satu wadah untuk mempertemukan para pelaku UMKM dengan distributor dan sistem peningkatan kapasitas.

“Jadi, event ini tidak hanya untuk memajukan komoditi, melainkan memfasilitasi UMKM untuk masuk ke dalam networking yang berintikan informasi dan relasi yang lebih kuat dengan berbagai bidang,” ungkap Lery saat membawakan laporan panitia. Berbagai bidang tersebut, antara lain bidang perbankan, sertifikasi, lisensi, HAKI, e-commerce dan marketplace, investasi, konsultasi, dan bidang lain yang mendukung peningkatan dan pemberdayaan UMKM.

Tujuan pokok kegiatan tersebut, jelas Lery, adalah percepatan dan penanganan pemulihan ekonomi di NTT yang berbasis pada UMKM. Lery berharap, pameran ini nantinya bisa memberi efek transaksi dan peningkatan kapasitas UMKM dalam hal produksi, distribusi, dan konsumsi. Apalagi, UMKM merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak ketika terjadi pandemi Covid-19. Pameran kreatif tersebut pun digunakan untuk kembali menggairahkan UMKM agar ekonomi NTT bisa kembali membaik.

Tak hanya itu, kehadiran Ibu Julie Sutrisno Laiskodat dalam acara tersebut pun diapresiasi oleh Lery. Menurutnya, perempuan anggota DPR RI itu memberi saran yang baik bagi peningkatan komoditi, yang mana berkaitan dengan kualitas produk dan kemasan.

Sementara itu Plt Dirut Bank NTT yang merupakan Ketua FKLJK NTT Hary Alexander Riwu Kaho mengungkapkan, situasi pandemi ini harus disikapi dengan cepat untuk pemulihan ekonomi, namun berpedoman pada penerapan protokol kesehatan yang ada.

Pameran ini berupaya agar semua produk bisa terserap/terbeli oleh perorangan atau korporasi sehingga adanya pergerakan ekonomi yang dicapai. Meski dalam situasi sulit dan terbatas, masyarakat tetap memiliki sumber daya yang bisa digunakan. Nantinya, pihaknya akan berkoordinasi lagi terkait kegiatan selanjutnya

. “Expo hari ini adalah pintu masuk untuk menggerakkan semangat yang sempat redup akibat pandemi. Kita lihat secara cerdas untuk kehidupan usaha dan distribusi bisa berjalan,” tandasnya.

Alex menambahkan, semua pelaku UMKM dalam pameran diberikan kartu kepesertaan gratis oleh BP Jamsostek NTT. Selanjutnya, perusahaann atau lembaga yang tergabung dalam FKLJK menjadi buyer atau pembeli dari semua produk yang ada. “FKLJK menggerakkan agar semua perusahaan yang ada berperan aktif untuk pameran ini,” ujar Alex.

Acara pembukaan Expo Kreatif Anak Negeri 2020 ditandai dengan penyerahan Gerabah yang merupakan salah satu hasil kerajinan UMKM dari NTT oleh Wakil Gubernur Josef Nae Soi kepada Kepala Kanwil DJPb NTT Lydia Kurniawati Christyana. Wagub Josef mengaku bersyukur pertumbuhan ekonomi NTT masih berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional meski berada di tengah pandemi. Sebagai pilar utama ekonomi, UMKM perlu mendapatkan perhatian, kesempatan, dukungan, perlindungan, dan pengembangan seluas-luasnya.

Pemberdayaan UMKM dan pertumbuhan wirausaha baru perlu dilaksanakan oleh pemerintah dan semua komponen terkait. Sinergitas dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerah.’

“Membangun ekonomi di era persaingan global perlu menciptakan peluang pasar produk dan jasa unggulan. Maka, berpikir kreatif merupakan suatu tuntutan. Bapak Gubernur selalu menekankan bahwa NTT tidak bodoh dan tidak miskin asal kita mau mengubah mindset kita. Semua masyarakat harus berubah. Oleh sebab itu, saya mengajak mindset kita harus berubah apalagi dalam situasi pandemi ini,” ungkap Wagub Josef.

Adanya bussiness matching dan bussiness coaching dalam pameran ini adalah bentuk baik dari pertemuan pelaku ekonomi, serta kegiatan luar biasa untuk menularkan keberhasilan pelaku ekonomi lain ke pelaku ekonomi lainnya untuk menghasilkan output/outcome yang sepadan dengan persyaratan yang ada saat ini.

Selanjutnya, Expo Kreatif Anak Negeri 2020 diisi dengan bussiness matching oleh para pelaku UMKM dan mitra, serta bussiness coaching. Pada sesi tersebut, pelaku UMKM mendengarkan penjelasan dari para pelaku ekonomi yang telah berhasil serta penjelasan lanjutan tentang cara memperoleh izin usaha dari pihak terkait. (fatur)

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More